Aksioma-Aksioma Komunikasi AntarPribadi
3th Group Makalah"Work Discussion Study"
PENDAHULUAN
Mengapa kita perlu mempelajari komunikasi
antarpribadi? Secara sederhana, alasan utama pentingnya mempelajari komunikasi
antarpribadi adalah karena kecakapan komunikasi antarpribadi merupakan bagian
penting dari eksistensi manusia dan setiap orang yang terdidik perlu
memahaminya. Seperti halnya kita perlu belajar matematika, sains dan ilmu alam,
penting pula untuk memahami bagaimana interaksi antar manusia yang dapat
dijelaskan melalui komunikasi antarpribadi.
Aksioma adalah pendapat yang dijadikan pedoman dasar
dan merupakan dalil pemula, sehingga kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi,
atau suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan bersifat umum, tanpa
memerlukan pembuktian, karena dianggap berharga atau sesuai serta dianggap
terbukti dengan sendirinya. Karena komunikasi merupakan aspek penting dan kompleks
dalam kehidupan manusia dan sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari – hari.
Maka penting bagi kita semua untuk mengetahui aksioma – aksioma dalam
komunikasi, khusunya komunikasi interpersonal yang sering dialami oleh setiap
manusia.
A.
PENGERTIAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Komunikasi antarpribadi atau yang
lebih dikenal dengan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang
penyampaian pesannya dilakukan secara tatap muka oleh satu orang dan pesan
tersebut diterima oleh orang lain baik lebih atau sekelompok kecil orang,
dengan tujuan agar penerima pesan yang disampaikan dan memberikan umpan balik
segera. Menurut Hardjana, komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka
antara dua atau beberapa orang, di mana pengirim secara langsung dan penerima
pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula. [1]
B. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
ANTARPRIBADI
1. Sifatnya yang dua arah/ timbal balik (two way traffic communication)
2. Feed back nya langsung tidak tertunda
3. Komunikator dan komunikan dapat bergantian fungsi
4. Bisa dilakukan secara sponanitas
5. Tidak berstruktur
6. Komunikasi ini lebih banyak terjadi antar dua orang.[2]
C. BEBERAPA AKSIOMA KOMUNIKASI
ANTARPRIBADI
Sebagaimana kita pahami bahwa komunikasi antarpribadi melibatkan pesan verbal dan non-verbal serta kombinasi dari keduanya. Biasanya pula perilaku keduanya itu saling memperkuat atau saling mendukung, meskipun tidak jarang terjadi adanya suatu pesan yang kontradiktif. Untuk itu DeVito (2014: 19-27) mengemukakan beberapa aksioma yang perlu diperhatikan dalam komunikasi antarpribadi, yaitu:
Komunikasi interpersonal melibatkan proses penyesuaian.
Pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi interpersonal sesungguhnya menggunakan sistem isyarat/simbol yang menuntut penyesuaian. Hal demikian terlihat jelas manakala orang-orang yang berkomunikasi itu menggunakan bahasa yang berbeda, maka penyesuaian atas penggunaan isyarat atau simbol yang sama (yang dapat dimengerti) akan menguat. Seni berkomunikasi sesungguhnya mengidentifikasi dan mengenali isyarat atau simbol-simbol yang digunakan orang lain.
Komunikasi interpersonal memiliki dimensi isi dan hubungan
Setiap komunikasi interpersonal selalu merujuk pada apa yang dikomunikasikan dan bagaimana hubungan di antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
Komunikasi interpersonal mendorong terjadinya kesamaan (simetri) atau perbedaan (komplementer)
Pola-pola perilaku dan hubungan diantara pihak- pihak yang berkomunikasi menjadi dasar untuk menggambarkan kesamaan atau perbedaan itu. Pola hubungan simetris menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi interpersonal bercermin pada perilaku lainnya. Pola ini akan lebih jelas terlihat dalam suatu bentuk persaingan atau perebutan pengaruh. Pola hubungan komplementer memperlihatkan bahwa di antara pihak yang berkomunikasi terjadi perbedaan. Perbedaan ini hendaknya dipandang sebagai kondisi yang mendorong produktivitas untuk saling melengkapi atau menguatkan perilaku yang lainnya.
Komunikasi interpersonal merupakan serangkaian peristiwa
Berkelanjutan tetapi juga terdapat segmentasi interaksi atau jeda-jeda komunikasi sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan. Jeda atau potongan komunikasi ini amat tergantung pada perspektif yang dimiliki pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi interpersonal merupakan proses transaksional. Komunikasi interpersonal merupakan suatu proses yang dinamis, melibatkan komponen- komponennya yang saling tergantung dan setiap pihak yang berkomunikasi bertindak sebagai satu kesatuan yang utuh (melibatkan seluruh aspek kepribadiannya).
Komunikasi interpersonal seringkali terjadi secara tidak terhindarkan
Komunikasi interpersonal tidak hanya berlangsung dalam kesengajaan, bertujuan dan dengan dorongan yang benar-benar disadari. Seringkali komunikasi itu terjadi dalam kondisi yang tidak terhindarkan, tanpa kesengajaan, tanpa tujuan, dan kurang disadari. Kita tidak bisa tidak, (harus) bereaksi.
Peristiwa komunikasi interpersonal
Tidak bisa diulangi (irreversible). Sekali Anda mengkomunikasikan sesuatu, maka Anda tidak bisa mengkomunikasikannya kembali. Sekalipun Anda dapat mengusahakan dampak dari pesan yang telah terlanjur disampaikan, pesan itu sendiri tidak bisa dikembalikan: nasi telah menjadi bubur. Prinsip ini mengimplikasikan bahwa kita penting untuk berhati-hati dalam berkomunikasi atau dalam mengucapkan sesuatu sebab bisa terjerembap ke dalam suatu konflik. [3]
D. Proses-Proses Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal yang
tersusun dari banyak proses yang saling terkait,terdiri dari produksi
pesan,pengolahan pesan, koordinasi interaksi,dan persepsi sosial. Produksi
pesan adalah proses menghasilkan perilaku verbal dan non verbal yang
dimaksudkan untuk menyampaikan sesuatu keadaan batin kepada orang lain guna
mencapai tujuan sosial. pengelolah pesan (kadang-kadang disebut “penerima pesan
atau menguraikan kata sandi pesan) meliputi menginterpretasi perilaku
komunikatif orang lain dalam upaya untuk memahami makna perilaku dan
impikasiimpikasi perilaku mereka . Koordinasi interaksi adalah proses
menyelaraskan aktivitas produksi pesan dan pengelolah pesan(juga dengan
perilaku-perilaku lainnya) sepanjang berlangsungnya sebuah episode sosial
sehingga menghasilkan pertukaran yang lancar dan koheren. Terahir, persepsi
sosial, termasuk menyalami diri kita sendiri, orang lain, hubungan sosial,dan
pranata sosial. Pengertian proses dapat diartikan sebagai rangkaia atau
peristiwa yang sedang berlangsung untuk mencapai suatu hasil tertentu. Proses
komunikasi itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan atau peristiwa ketika pesan
mulai dismpaikan sendiri disampaikan sendiri sampai terjadinya tindakan sebagi
pengaruh dari pesan itu atau tidaknya perubahan pada sasaran.
E. KOMUNIKASI VERBAL
Setiap pesan yang disampaikan melalui
kata kata disebut dengan pesan verbal dalam sebuah hubungan, pesan verbal
sangat penting dalam perkembangan sebuah hubungan. Tidak terbayangkan bagaimana
sebuah hubungan dapat berkembang bila satu sama dengan lainnya tidak saling
berbicara. Disini, berbicara dan memahami makna yang dibicarakan akan
menghantarkan sebuah hubungan dari tahapan yang awal ke tahapan yang lebih
akrab, ungkap Dindia dan Timmerman. Komunikasi verbal terkait dengan pemakaian
simbol simbol bahasa berupa kata kata atau rangkaian kata yang mengandung makna
tertentu. Makna kata tidak semata terletak dalam kata itu sendiri , melainkan
ada dalam diri manusia.jadi, manusialah yang memberi makna terhadap kata.
Manusia memaknai sebuah kata tergantung pada konteksnya, siapa yang mengatakan
bagaimana cara mengatakannya, dan juga bagaimana kondisi dirinya sendiri ketika
sebuah kata disampaikan . terlihat bahwa banyak faktor yang dapat memengaruhi
pemaknaan terhadap sebuah kata yang semuanya ini berpotensi menimbulkan salah
pengertian.[4]
F. KOMUNIKASI NON VERBAL
Komunikasi nonverbal memiliki beberapa fungsi antara lain memberikan informasi. Melalui fungsi ini, seseorang dapat mengetahui informasi apa yang ada dibalik kata kata yang disampaikan. Walaupun seseorang mengatakan bahwa dirinya cukup senang menjadi juara kedua, namun dari ekspresi wjahnya dapat tersiratkan adanya rasa sedih karena tidak berhasil menjadi juara pertama. Fungsi lainnya adalah mengantur arus informasi, yaitu bagaimana seseorang mengatur jalannya komunikasi, dua orang yang sedang terlibat pembicaraan dapat mengetahui kapan dirinya harus mulai berbicara. Bahasa nonverbal dapat terungkap melalui beberapa saluran, seperti yang akan dikemukakan sebagai berikut;
Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah seseorang dapat memberikan informasi pada orang lain tentang susasana hati dan emosi seseorang, ungkap Horestmann [5]. Ada beberapa bentuk emosi dasar seperti bahagia,sedih, marah, takut yang dapat terpancar dalam ekspresi wajah sangat unik dan dapat dikenali. Keadaan emosi ini terungkap dalam ekspresi wajah yang sangat unik dan dapat dikenali diseluruh dunia (bersifat universal).
Tatapan Mata
Tatapan mata dimana arah dan durasi dari tatapan mata seseorang dapat memberikan informasi apakah seseorang dapat memberikan informasi apakah seseorang mau berkomunikasi dengan orang lain, ungkap Devito [6]Kita tidak perlu membalas pandangan orag lain bila kita ingin menunjukan pada seseorang yang belum kita kenal bahwa kita enggan untuk berkenalan atau membuka komunikasi dengannya. Tatapan mata seseorang antara seseorang dengan lawan bicra dapat membantu menjelaskan pada kita bagaimana hubungan diantara keduanya.
Gerakan Tubuh
Ketika seseorang berbicara ,pada umumnya akan disertai dengan gerakan gerakan tubuh tertentu. Gerakan tubuh ini akan membantu kita untuk dapat memahami apa yang kita bicarakan oleh seseorang. Bahkan gerakan tubuh dapat menggantikan kata kata yang tidak dapat diucapkan oleh seseorang , ungkap rauscher,Kraus.[7] Gerakan tubuh sangat membantu dalam menagka makna yang ada dibalik kata kata seseorang karena gerakan atau posisi tubuh lebih sulit untuk dikendalikan dibandingkan dengan ekspresi wajah.
Sentuhan
Sentuhan dapat memberikan makna yang berbeda sesuai dengan latar belakang budaya. Dalam kebanyakan budaya, bentuk umum dari sentuhan sebagai ungkapan selamat datang ketika seseorang pertama kali berjumpa adalah berjabat tangan. Kemantapan dalam berjabat tangan dapat memberikan informasi tertentu tentang kepribadian seseorang.
Jarak Interpersonal
Jarak interpersonal yang dikenal juga dengan komunikasi ruang atau proksemik, ungkap Devito .[8] Merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan penggunaan ruang ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang juga berbicara dengan jarak yang cukup dekat dengan lawan bicaranya ,menunjukan adanya kedekatan diantara mereka. Kedekatan jarak antara dua orang yang sedang berkomunikasi memungkinkan terjadinya komunikasi nonverbal lainnya seperti sentuhan.
G. CIRI-CIRI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI YANG EFEKTIF
Dalam buku Komunikasi Antarpribadi, Alo Liliweri mengutip pendapat Joseph A. Devito mengenai ciri komunikasi antar pribadi yang efektif, yaitu:
Keterbukaan (openness)
Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antarpribadi. Kualitas keterbukaan mengacu pada tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada komunikannya. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya. Memang ini mungkin menarik, tetapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebalikanya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut dan wajar. Aspek kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan komunikan yang menjemukan. Bila ingin komunikan bereaksi terhadap apa yang komunikator ucapkan, komunikator dapat memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. Aspek ketiga menyangkut kepemilikan perasaan dan pikiran dimana komunikator mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang diungkapkannya adalah miliknya dan ia bertanggung jawab atasnya.
Empati (empathy)
Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu. Berbeda dengan simpati yang artinya adalah merasakan bagi orang lain. Orang yang berempati mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang sehingga dapat mengkomunikasikan empati, baik secara verbal maupun non-verbal.
Dukungan (supportiveness)
Situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efek.
Rasa Positif (positiveness)
Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
Kesetaraan (equality)
Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya, ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Kesetaraan meminta kita untuk memberikan penghargaan positif tak bersyarat kepada individu lain. (Liliweri, 1991: 13) Komunikasi antarpribadi sebenarnya merupakan suatu proses sosial dimana orangorang yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi. Proses saling mempengaruhi ini merupakan suatu proses bersifat psikologis dan karenanya juga merupakan permulaan dari ikatan psikologis antarmanusia yang memiliki suatu pribadi.
KESIMPULAN
Komunikasi akan ada selagi masih ada
kehidupan sosial yang dilakukan oleh manusia, maka pentingnya mempelajari
komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang primer, salah satu pembelajaran
yang harus diketahui dan dipelajari dalam komunikasi yaitu aksioma-aksioma
komunikasi. Tentang aksioma-aksioma komunikasi antarpribadi sendiri adalah
kesepakatan atau bahasa yang mempersatukan berbagai perbedaan cara interaksi
orang per orang agar memahamkan semuanya dengan suatu kesepakatan maksud misal
simbol, isyarat, dan lain sebagainya. Kesepakatan itu juga bisa diterima oleh
semua orang walaupun memiliki perbedaan cara komunikasi tersendiri.
Komunikasi ini juga tersusun dari banyak proses yang saling terkait, terdiri dari produksi pesan, pengolahan pesan, koordinasi interaksi, dan persepsi sosial. Bagian proses komunikasinya terdiri dari komunikasi verbal, yaitu komunikasi yang menggunakan kata dari pesan yang disampaikan oleh pembicara, serta komunikasi non verbal yang berarti sebaliknya atau hanya memberikan informasi lewat berbagai cara, contoh ekspresi wajah. Agar komunikasi membuahkan kepuasan antar pribadi, maka keefektifan komunikasi perlu dalam pandangan umum, terdiri dari, keterbukaan (openness), empati (empathy), dukungan (supportivness), rasa positif (possitiveness), dan kesetaraan (equality).
DAFTAR PUSTAKA
Hardjana, Agus M. 2003. Komunikasi Intrapersonal
& Komunikasi Interpersonal . Yogyakarta: Penerbit Kesinnus.
Roudhonah. 2007.
Ilmu Komunikasi. Jakarta: Jakarta Pers.
Nurbani. T.t. Modul 1 Pengertian
Komunikasi Antarpribadi dan Kebudayaan sebagai Dasar Memahami Komunikasi
Antarpribadi. T. k.: T.p.,
Wisnuwardhani, Dian. Sri Fatmawati
Mashoedi. 2012. Hubungan Interpersonal : Salemba Humanika, Jakarta.
DeVito, Joseph. 1989. The Nonverbal
Communication Workbook (Prospect Heights), Illinois: Waveland Press.
Joseph, A. DeVito. 1989. The Interpersonal
Communication Book, Professional Book, Jakarta,1997. Komunikasi Antar Manusia:
Kuliah Dasar Edisi Kelima, Diterjemahkan Oleh Agus Maulana. Jakarta:
Professional Books.
[1] Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal & Komunikasi Interpersonal (Yogyakarta: Penerbit Kesinnus, 2003), hal . 85.
[2] Roudhonah, Ilmu Komunikasi
(Jakarta: Jakarta Pers, 2007), hal. 113.
[3] Dr. Nurbani, M.Si., Modul 1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi dan
Kebudayaan sebagai Dasar Memahami Komunikasi Antarpribadi, hal. 11.
[4] Dian Wisnuwardhani, Sri Fatmawati Mashoedi.2012.Hubungan
Interpersonal Jakarta: Salemba Humanika, 2012, hal. 49.
[5] Dian Wisnuwardhani, Sri Fatmawati Mashoedi.2012.Hubungan
Interpersonal : Salemba Humanika, Jakarta, hal. 43.
[6] Ibid., hal. 45.
[7] Ibid.
[8] Dian Wisnuwardhani, Sri Fatmawati Mashoedi, hal. 47.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penyusun
Maulida Fadlina Nadiva
Nurramadani Hilda Anggraini
Arief Nurdyansyah
Komentar