Assalamualaikum wr wb
Yang
saya dan kawan-kawan semua harapkan,
yaitu kehadirat Tuhan Yang Maha Tunggal, yang selama hidup ini selalu
mengawasi kita, walaupun banyak yang tetap acuh dengan-Nya. (Puji Syukur sama Tuhan)
Kita
berdo’a bersama agar diberikan pitedah
dan rahmatnya agar jalan kita yang diharapkan lurus bisa tetap terjaga sampai
akhir hayat masing-masing. (Do’a minta petunjuk)
Dari
kegelapan menuju cahaya yang menyinari alam semesta ini, kita tidak akan bisa
melupakan seseorang yang patut dikagumi yaitu nabi tercinta Nabi Muhammad SAW
yang telah dipilih oleh Tuhan kita bersama untuk membimbing alam yang telah
terpuruk dan dibangunkan kembali dengan ilmu-ilmu-Nya sehingga kita semua bisa
menemukan jalan yang memang sepantasnya manusia lalui sekarang.(Sholawat kepada kanjeng Nabi SAW)
Baik,
pemulaian kali ini, saya buka dengan pembahasan yang sangat berarti dan
menusuk. Bukan berarti saya merendahkan orang yang merasa bahwa Tuhan tidak
hadir di sini tetapi saya menggugah pikiran bersama bahwa sampai saat ini
keyakinan bahwa Tuhan masih menjadi tokoh utama yang mengendalikan jalan-jalan
peristiwa manusia, baik sejarah, ekonomi, peperangan(politik) dan lain
sebagainya yang masih tercatat di buku sejarah.(Penyindiran
dan stimulus piker)
Saya
hanya akan berbicara bahwa pemilik seluruh ilmu pengetahuan adalah Yang Ada di
Balik Tabir Ketidaktahuan Manusia tersebut. Maka dari itu kita sebagai
muda-muda yang diberikan puncaknya produksi semangat hasil energy tubuh dari
Tuhan ini lah yang seharusnya tertampar dengan kesadaran untuk berpikir.(Berpikir keutamaan ilmu & anak muda)
Ilmu
adalah sebuah tata cara dalam mengolah sesuatu untuk dijadikan sesuatu yang
lain. Semacam itulah bagaimana manusia yang menjadi Penegak-penegak
keharmonisan di dunia ini diberikan tanggung jawab. Manusia sebagai sosok yang
sangat di puji-puji oleh Tuhan ketika penciptaan pertamanya. Punya kecerdasan
untuk mengolah, berpikir, dan penegak dalam hal apapun, apakah mereka semua
lupa dengan kisah tersebut. Terlihat sekarang, era saat ini banyak manusia
semakin lenggah bahwa dirinya itu memikul tanggung jawab yang sangat besar
dibandingkan makhluk Tuhan di alam semesta yang lain. (Ilmu
dan manusia sebagai penegak di bumi)
Ingatlah
ketika manusia memperdebatkan ilmu dan kecerdasannya sendiri tanpa sadar bahwa
dia tidak tahu menahu kecerdasan yang dimilikinya berasal dari mana?. Apakah
hal tersebut ada yang menanyakan sampai saat ini dan dipraktekkan dalam
pengaruh hidupnya.(Fenomena factual debat cerdas)
Tuhan
ndak menyuruh apa-apa kecuali belajar dan mencari jati dirinya!, bagaimana kamu
semua mau menyembah kalau tidak tahu maksud dan caranya, bagaimana kamu mau mengetahui
tentang ilmu yang berada di dimensi lain jika di dalam kehidupanmu saja kamu
malas-malasan menyelesaikannya. Mustahil jangan banyak angan-angan menjadi
seorang filusuf kalau dirimu saja masih munafik terhadap kenyataan.(Tujuan manusia dan penyingkapan ilmu)
Carilah
ilmu, karena ilmu akan memberikan cahaya kepada pikiranmu, kebijakan yang
berdasarkan ilmu pasti akan menjadi cahaya bagi sesame manusia yang lain.
Sinarilah qolbumu dengan praktek
ilmumu itu, maka ilmu-ilmu yang berada di tabir lain akan terbuka untuk kamu
petik sedikit demi sedikit. (Persuasi belajar dan
pengaktifan hati/iqolbu)
Bukan
berarti mencari jati diri kemudian menghindar dari zaman dan kehidupan, akan
tetapi dengan kenyataan ini bagaimana kamu menanggapi arti-arti dari apa yang
sekarang terjadi ini, zaman modern, ini. (Tata cara
pengelolaan ilmu secara fakta)
Jangan
hanya menjadi buih-buih di kali yang hanya ikut arus, tapi carilah tiang yang
bisa kita pegang agar bisa melihat keluar. Ketidaktahuan kita akan berbalik
kepada kita sendiri, jangan ikut arus melulu nanti kita tidak tahu akan ke
jurang kebinasaan atau ke surga!!!!. (Motivasi)
Sekian dari saya, terima kasih!.
Semoga bermanfaaat
Wassalamualaikum wr. Wb.
Komentar