Langsung ke konten utama

Pidato Muda Semangat Mencari Jati Diri (Belajar di Mana Saja)

Assalamualaikum wr wb

Yang saya dan kawan-kawan semua harapkan,  yaitu kehadirat Tuhan Yang Maha Tunggal, yang selama hidup ini selalu mengawasi kita, walaupun banyak yang tetap acuh dengan-Nya. (Puji Syukur sama Tuhan)

Kita berdo’a bersama agar diberikan pitedah dan rahmatnya agar jalan kita yang diharapkan lurus bisa tetap terjaga sampai akhir hayat masing-masing. (Do’a minta petunjuk)

Dari kegelapan menuju cahaya yang menyinari alam semesta ini, kita tidak akan bisa melupakan seseorang yang patut dikagumi yaitu nabi tercinta Nabi Muhammad SAW yang telah dipilih oleh Tuhan kita bersama untuk membimbing alam yang telah terpuruk dan dibangunkan kembali dengan ilmu-ilmu-Nya sehingga kita semua bisa menemukan jalan yang memang sepantasnya manusia lalui sekarang.(Sholawat kepada kanjeng Nabi SAW)

Baik, pemulaian kali ini, saya buka dengan pembahasan yang sangat berarti dan menusuk. Bukan berarti saya merendahkan orang yang merasa bahwa Tuhan tidak hadir di sini tetapi saya menggugah pikiran bersama bahwa sampai saat ini keyakinan bahwa Tuhan masih menjadi tokoh utama yang mengendalikan jalan-jalan peristiwa manusia, baik sejarah, ekonomi, peperangan(politik) dan lain sebagainya yang masih tercatat di buku sejarah.(Penyindiran dan stimulus piker)

Saya hanya akan berbicara bahwa pemilik seluruh ilmu pengetahuan adalah Yang Ada di Balik Tabir Ketidaktahuan Manusia tersebut. Maka dari itu kita sebagai muda-muda yang diberikan puncaknya produksi semangat hasil energy tubuh dari Tuhan ini lah yang seharusnya tertampar dengan kesadaran untuk berpikir.(Berpikir keutamaan ilmu & anak muda)

Ilmu adalah sebuah tata cara dalam mengolah sesuatu untuk dijadikan sesuatu yang lain. Semacam itulah bagaimana manusia yang menjadi Penegak-penegak keharmonisan di dunia ini diberikan tanggung jawab. Manusia sebagai sosok yang sangat di puji-puji oleh Tuhan ketika penciptaan pertamanya. Punya kecerdasan untuk mengolah, berpikir, dan penegak dalam hal apapun, apakah mereka semua lupa dengan kisah tersebut. Terlihat sekarang, era saat ini banyak manusia semakin lenggah bahwa dirinya itu memikul tanggung jawab yang sangat besar dibandingkan makhluk Tuhan di alam semesta yang lain. (Ilmu dan manusia sebagai penegak di bumi)

Ingatlah ketika manusia memperdebatkan ilmu dan kecerdasannya sendiri tanpa sadar bahwa dia tidak tahu menahu kecerdasan yang dimilikinya berasal dari mana?. Apakah hal tersebut ada yang menanyakan sampai saat ini dan dipraktekkan dalam pengaruh hidupnya.(Fenomena factual debat cerdas)

Tuhan ndak menyuruh apa-apa kecuali belajar dan mencari jati dirinya!, bagaimana kamu semua mau menyembah kalau tidak tahu maksud dan caranya, bagaimana kamu mau mengetahui tentang ilmu yang berada di dimensi lain jika di dalam kehidupanmu saja kamu malas-malasan menyelesaikannya. Mustahil jangan banyak angan-angan menjadi seorang filusuf kalau dirimu saja masih munafik terhadap kenyataan.(Tujuan manusia dan penyingkapan ilmu)

Carilah ilmu, karena ilmu akan memberikan cahaya kepada pikiranmu, kebijakan yang berdasarkan ilmu pasti akan menjadi cahaya bagi sesame manusia yang lain. Sinarilah qolbumu dengan praktek ilmumu itu, maka ilmu-ilmu yang berada di tabir lain akan terbuka untuk kamu petik sedikit demi sedikit. (Persuasi belajar dan pengaktifan hati/iqolbu)

Bukan berarti mencari jati diri kemudian menghindar dari zaman dan kehidupan, akan tetapi dengan kenyataan ini bagaimana kamu menanggapi arti-arti dari apa yang sekarang terjadi ini, zaman modern, ini. (Tata cara pengelolaan ilmu secara fakta)

Jangan hanya menjadi buih-buih di kali yang hanya ikut arus, tapi carilah tiang yang bisa kita pegang agar bisa melihat keluar. Ketidaktahuan kita akan berbalik kepada kita sendiri, jangan ikut arus melulu nanti kita tidak tahu akan ke jurang kebinasaan atau ke surga!!!!. (Motivasi)

Sekian dari saya, terima kasih!.

Semoga bermanfaaat

Wassalamualaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSIOMA-AKSIOMA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI 3th GROUP DISCUSSION

Aksioma-Aksioma Komunikasi AntarPribadi 3th Group Makalah"Work Discussion Study" PENDAHULUAN Mengapa kita perlu mempelajari komunikasi antarpribadi? Secara sederhana, alasan utama pentingnya mempelajari komunikasi antarpribadi adalah karena kecakapan komunikasi antarpribadi merupakan bagian penting dari eksistensi manusia dan setiap orang yang terdidik perlu memahaminya. Seperti halnya kita perlu belajar matematika, sains dan ilmu alam, penting pula untuk memahami bagaimana interaksi antar manusia yang dapat dijelaskan melalui komunikasi antarpribadi. Aksioma adalah pendapat yang dijadikan pedoman dasar dan merupakan dalil pemula, sehingga kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi, atau suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan bersifat umum, tanpa memerlukan pembuktian, karena dianggap berharga atau sesuai serta dianggap terbukti dengan sendirinya. Karena komunikasi merupakan aspek penting dan kompleks dalam kehidupan manusia dan sangat mempengaruhi kehidupan...

Hamba Tuhan yang Dilema Di Antara Jurang Peradaban Barat atau Puncak Monastik Akhir Zaman

  Hamba Tuhan yang Dilema Di Antara Jurang Peradaban Barat atau Puncak Monastik Akhir Zaman Wahai jiwa yang sedang gelisah… Wahai kalbu yang bergetar di tengah persimpangan zaman… Dengarkanlah panggilan ini. Sebuah seruan yang menggema bukan dari luar, melainkan dari kedalaman dirimu sendiri. Engkau berdiri di antara dua magnet yang sama-sama kuat: satu menarikmu ke dalam pusaran cahaya dan kebisingan peradaban, yang lain membisikimu untuk berlari menuju sunyi dan keheningan puncak-puncak pengasingan. Inilah dilema sakral seorang hamba pilihan di akhir zaman. Bukan sebuah kelemahan, melainkan pertanda bahwa ruhmu masih hidup, masih peka terhadap tarikan Ilahi di tengah dunia yang semakin renta. Panggilan Pertama: Gemerlap Jurang Ekosistem Barat Lihatlah ke satu sisi. Di sana terhampar sebuah ekosistem yang dibangun dengan megah— Peradaban Barat . Ia bukan sekadar bangunan beton dan menara kaca, melainkan sebuah sistem kehidupan yang menawarkan janji-janji memabukkan. Ia adala...