Esai Teori Perubahan Sosial
Melihat Kehidupan Nyata di Balik Panggung Drama
Penulis; Arief
Hidup di masyarakat itu adalah hal pasti. Masalah demi masalah adalah bumbu yang enak dan tidak enak harus dinikmatinya. Kita tahu bahwa setiap orang pasti punya latar belakang hidupnya yang berbeda. Hal seperti itu yang sebenarnya menjadi harmoni dalam hidup di sosial masyarakat.
Menjadi masalah jika sekarang orang-orang memaksakan semua hal atau penyelesaian sebuah masalah kehidupan bersama dengan menyamakan semua latar belakang semua orang. Itu adalah hal yang paling mustahil terjadi di dalam masyarakat. Masyarakat itu memang hal yang mudah ditebak, hal yang tidak terlalu sulit jika kita ingin mengetahui tentang masalah sosialnya, keputusannya, kebutuhannya dan lain – lain. Tetapi berbeda dengan masalah individu orang per orang, tidak sama dengan mempelajari masyarakat, individu manusia itu sifatnya tersembunyi dan kompleks.
Kita sering menjumpai seseorang di dalam bermasyarakat, ketika seseorang berada di masyarakat pasti berbeda dengan ketika ia sedang berada di rumahnya. Orang akan cenderung menampakkan kebahagiaannya saat berkumpul dengan orang-orang dibandingkan kesedihannya. Itu merupakan sebuah seni dan nilai yang sudah menjadi hal yang melekat di dalam masyarakat. Dengan seni (keindahan) dalam masyarakat bahwa orang pasti lebih menyukai kebahagiaan daripada kesengsaraan. Maka apa yang ditampilkan oleh orang per orang itu pastilah kebahagiaannya yang terdefinisikan dengan senyuman di wajahnya. Senyum menunjukan nilai yang baik atau representasi hati nurani hasil konsensus masyarakat yang positif. Dijadikan kemudian oleh masyarakat sebagai cara untuk mengatur bagaimana hidup di tengah-tengan masyarakat sosial.
Hal itulah yang merepresentasikan sebuah teori sosial “Dramaturgi”. Sebuah teori yang mencoba memahami simbol –simbol sosial yang membutuhkan sebuah penafsiran secara spesifik. Sebuah teori yang melihat dengan sudut pandang berbeda, antara kehidupan sosial dan kenyataan hidup itu berbeda. Manusia punya kisah tersendiri dalam kenyataan hidupnya di belakang layar, dan apa yang diperankan dalam bersosial dengan orang lain itu adalah drama di atas panggung dengan peran protagonisnya.
Melihat seseorang itu tidak bisa hanya mengandalkan panca indera saja. Tetapi kita perlu tahu tentang kehidupan sejarahnya, masalah sosialnya, kondisi lingkungannya. Jadi melihat yang benar itu bukan hanya dengan mata saja kemudian menafsirkan sebuah makna tetapi dengan analisis sudut pandang yang tajam.
Seperti kita tahu sebuah kisah yang mengharukan di negeri sendiri, sebuah kisah kenyataan hidup untuk bertahan mencari nafkah mempertahankan ekonomi keluarganya. Kisah ini terjadi di Gang Dolly Surabaya, yang menceritakan bagaimana seseorang mencari nafkah dengan cara tidak senonoh. Ia sendiri adalah seorang muslimah, rajin beribadah dan mengerti agama. Dirinya tahu jika yang dilakukannya itu sangat dikecam banyak orang, juga hal yang sangat dilarang dalam agama maupun norma masyarakat tetapi kenyataan hidup yang harus dilaluinya memang begitu. Harus mencari penghidupan dengan cara menjadi sorang pelacur untuk memuaskan orang lain. Dari informasi yang dikatakan oleh seorang pengurus usaha di Gang Dolly tersebut, “Saya di sini mencari nafkah dan ekonomi untuk emak dan anak-anak di rumah. Saya juga rajin shalat 5 waktu dan baca al-Qur’an sebagaimana kewajiban seorang muslim”, ujar salah seorang yang menjadi pekerja di sana.
Jadi, dari kisah di atas kita harus punya sudut pandang yang luas dan analisa yang tajam serta mendalam dalam melakukan kajian atau membuat sebuah keputusan dalam menafsirkan sesuatu hal apapun. Kita belajar dari kisah tersebut, bahwa seseorang harus memenuhi kewajibannya baik bermasyarakat maupun dengan agamanya tetapi dengan cara yang tidak membuat kerugian kepada orang lain. Seperti halnya seorang pelacur itu ia baik dan benar secara melakukan kewajibannya tetapi caranya yang digunakan tidak baik dan senonoh walapun sebenarnya juga tidak merugikan orang disekitarnya. Ia tahu jika tidak baik, tapi kenyataan ekonominya berkata demikian dan tidak ada juga orang yang menolongnya dengan memberi pekerjaan yang layak jika tidak memperbolehkan pekerjaan yang dia lakukan itu.
Nah, maka dari itu teori tentang menghadapi fenomena sosial di atas sangatlah penting digunakan dalam melihat apapun. Lebih lagi dalam hal analisis sebuah masalah sosial, dan digunakan untuk memperoleh studi kasus yang baik dan mendekati akurat setidaknya.
Hal-hal di atas sebenarnya mengajarkan kepada semua, untuk lebih hati-hati dalam menentukan sebuah keputusan. Dan memang hal itulah yang mewarnai kehidupan sosial ini, agar pikiran kita ini lebih teliti dan cerdas dalam menghadapi suatu masalah sosial ke depan.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat,
Penulis
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4334489735252488"
crossorigin="anonymous"></script>
Komentar